Home » Review » Debu. Duka. Dsb. oleh Goenawan Mohamad

Debu. Duka. Dsb. oleh Goenawan Mohamad

debu. duka. dsb.

Bagi orang awam, buku ini bukan buku yang bisa dipahami utuh dalam sekali baca. Seperti biasa Gunawan Muhamad (GM) selalu menulis esai-esai liris, –cukup relevan mengingat dia adalah penyair– kalimatnya sepadat bodi vicky burky, tidak ada kata yang mubazir. Kemendalaman makna dalam tiap kata dalam esai GM memaksa pembaca untuk memusatkan perhatian penuh, membuat buku setebal 150an halaman ini terasa berat. Pengetahuan GM yang ensiklopedik membuat buku ini penuh dengan komentar-komentarnya pada pemikiran tokoh-tokoh penting filsafat dan sastra. Tidak ada kalimat yang kosong dari referensi, kadang terasa berlebihan namun begitulah GM. Mungkin bagi dia pembahasan filsafat dan sastra sudah makanan sehari-hari seperti ibu-ibu membahas kelakuan pembantu dan perkembangan gosip artis. Rasanya seperti mengikuti kuliah profesor tua dimana dia sibuk dengan dirinya sendiri menulis rumus-rumus dan risalah penting di papan tulis. Kita harus memiliki wawasan yang selevel atau mendekati GM agar dapat mengikuti jalan pemikirannya secara gamblang.

Buku ini sebenarnya serentetan esai yang sambung-menyambung, yang masing-masing dibiarkan bebas menjelajah ke berbagai ranah pemikiran filsafat dan sastra, dengan benang merah tentang respon manusia terhadap malapetaka. GM mempertanyakan sikap manusia melakukan pembelaan atas Tuhan atas bencana-bencana yang terjadi dalam berbagai sudut. GM mempertanyakan apakah kuasa Tuhan perlu di-rasionalisasi? apakah Tuhan perlu di bela? GM banyak menampilkan abusrditas-absurditas dan paradox dalam agama dan ketuhanan. Tidak disarankan membaca buku ini sembari boker, bisa-bisa tai anda batal keluar karena kepala sibuk mikir. Buku ini juga tidak disarankan bagi orang yang sudah memiliki pandangan sendiri dalam hidup, yang kepalanya sudah tertutup. Buku ini sesuai bagi intelektual untuk menguji argumentasi dan mengadu referensi atau bagi yang punya keinginan besar untuk belajar dan berpikiran terbuka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s