Home » Uncategorized » Rapid Fire Question

Rapid Fire Question

Melanjutkan dari @windascorfi dan @ndarow

Pertanyaan wajib:

1. nambah atau ngurangin timbunan?

menurut loh😦

Image

Image

2. pinjam atau beli buku?

kalau suka bukunya sebisa mungkin beli,  karena engga tahu kapan kita ingin membaca ulang. nyolong kalau perlu, jangan pinjam. dan saya cenderung engga suka meminjamkan buku karena buku adalah sesuatu yang sangat personal. jadinya otomatis sama sebisa mungkin engga pinjam keorang lain.

3. baca buku atau nonton film?

beda sih pengalamannya, ga bisa dibandingin. film adalah cerita yang merupakan interpretasi sutradara, dimana didalam film engga cuma ada cerita, tapi ada visual effects, music, photography, cinematography, yang dijadikan satu pengalaman audio/visual yang utuh. sementara buku membiarkan kita menginterpretasikan isi buku sesuai dengan fantasi dan kemampuan kita sendiri.

tapi saya lebih sering membaca buku sih daripada nonton film.

4. beli buku online atau offline? (tobuk yg temboknya bisa disentuh)

ada romantisme di toko buku, selain demi buku itu sendiri. misal, nongkrong di rak favorit, lalu mendadak mendapati di rak tersebut ada cewe kece yang dalam hati kita “wah jangan-jangan jodoh gw nih”, pengalaman ini engga tergantikan oleh toko buku online.

tapi ada kemudahan di toko buku online, pilihan lebih banyak dan komplit.

tergantung kebutuhan aja.

5. (penting) buku bajakan atau ori?

lagi-lagi tergantung sama licensenya juga. kalau bukunya pake creative commons license kan kita dengan sah boleh membajak? kenapa engga? misal buku-buku dari lawrence lessig yang anti-copyright😀

6. gratisan atau diskonan?

pertanyaan apapula ini haha.

7. beli pre-order atau menanti dgn sabar?

pre-order kalau ngebet.

8. buku asing (terjemahan) atau lokal?

lebih sering kecewa baca buku terjemahan, jika baca terjemahan lebih sering melihat siapa penerjemahnya dahulu. jika tidak dikenal, memilih beli versi inggrisnya. diluar itu lebih memilih buku lokal.

9. pembatas buku penting atau biasa aja?

engga suka pembatas buku konvensional, mengganggu. saya lebih sering mengingat halamannya. tapi saya lagi seneng dengan semacam notes tipis (yang bisa difungsikan jadi pembatas buku) dimana kita bisa menulis catatan-catatan kecil berkaitan dengan bacaan. sangat bermanfaat.

10. bookmark atau bungkus chiki?

udah dijawab diatas.😀

pertanyaan dari @windascorfi

1. baca review atau nulis review buku?

membaca dan menulis adalah satu kesinambungan, seperti orang tarik napas dan buang napas. engga bisa dipisahkan.

2. rajin posting atau rajin socmed?

social media kills the posting mood. haha. sebagai generasi yang kebanjiran informasi, social media membesarkan efek segregasi informasi, maksudnya informasi yang kita dapat begitu banyak namun tidak mendalam, hanya permukaannya saja. jadi ya otomatis lebih sering socmed, tapi semoga bisa diimbangi dengan rajin posting huhu.

3. kopdar atau whatsapp?

i’m a private person, whatsapp lalu kopdar sekali-sakali kece juga.

4. pemenang giveaway atau host giveaway?

menanglah, i’m a bad host haha.

5. (khusus stationery) fancy stuff atau old fashioned stuff?

simple and functional. engga menjawab ya😀

pertanyaan dari @ndarow

1. Buku yang bikin nangis atau film yang bikin nangis?

lebih sering dibikin nangis oleh film, karena di film kita hanya bisa menerima apa adanya. sementara kalau buku kadang kita jadi overanalyzed things. ketika kita menganalisis, kita berjarak dari permasalahan. lalu jadinya engga terhanyut. hehe. Film yang terakhir bikin saya nangis adalah Architecture 101 huhu.

2. Pesan buku impor di toko buku online luar negeri (bookdepository, amazon) atau di toko buku yang memang menjual buku impor (Periplus, Kinokuniya)?

engga punya credit card. jadi lebih sering ke toko buku.

3. Manga atau novel grafis dan komik (misalnya komik Eropa/Amerika)?

Both, sangat menikmati novel grafis seperti v for vandetta, watchmen, saga, marjane satrapi, american splendor dll. tapi antrian bacaan di kissmanga.com juga masih bejibun.

4. Baca sambil dengerin lagu atau baca di kendaraan?

ahahaa ini pasti karena kamu ga bisa kan :p

saya jarang sih baca sambil denger lagu, karena emang kadang bisa mengganggu konsentrasi, baca di pesawat/kereta adalah kebiasaan saya. perjalanan bagi saya adalah waktu untuk membaca malahan. bisa habis satu buku dalam satu perjalanan.

5. Goodreads atau no Goodreads?

engga terlalu terpengaruh mengenai akuisisi goodreads oleh amazon sejauh fungsi-fungsi katalog dan lainnya masih berjalan seperti adanya. fungsi goodreads buat saya cenderung fungsi pribadi, bukan berkomunitas. so, goodreads.

Pertanyaan dari saya:

1. buku apa yang mengubah hidupmu?

2. kalau boleh cium penulis, pengen cium siapa?

3. punya buku yang suka dibaca berkali-kali ga? kenapa?

4. kalau punya buku disampul gak?

5. biasa boker sambil baca gak?

tagging teman-teman BBI yang dari semarang saja:

@vannyadp

@ika_utomo

@lila_coolradio

@nukhbahsany

@tezarnet

tugas kalian adalah menjawab 10 pertanyaan wajib, menjawab 5 pertanyaan dari saya, lalu membuat 5 pertanyaan baru (beserta 10 pertanyaan wajib) untuk di tag ke 5 orang lain.

One thought on “Rapid Fire Question

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s