Home » Review » Women by Charles Bukowski

Women by Charles Bukowski

Bukowski

Suatu hari biasa di semesta digital, engga ada hal yang lebih asik daripada buang air besar sembari memperhatikan riuh rendah timeline twitter di layar ponsel. Kenapa yah asyik, mungkin ciciuit random di timeline bisa menambah semangat enjotan rectum (?). Di timeline beberapa kali saya menemukan kata ‘bukowski’ beberapa kali disebut, sontak saya bertanya kepada teman di timeline “siapa sih bukowski?” dia jawab “penulis pemabuk yang galau.” waw, sebagai anak jaman,semua hal yang galau tentu saja menarik untuk disimak.

Setelah kulik-mengulik interwebs, ditemukanlah novel dari charles bukowski berjudul ‘women’ versi epub. Di novel ini tokoh utamanya bernama Henry Chinaski yang berdasar wikipedia merupakan tokoh autobiografis dari Bukowski sendiri. Henry Chinaski adalah pensiunan pegawai kantor pos (seperti Bukowski juga) yang menjadi penulis puisi dan novel, sebagai latar belakang adalah di kalangan menengah kebawah Los Angeles tahun 70an. Di novel ini diceritakan Chinaski berumur 50 tahunan, sudah di puncak kejayaannya sebagai penulis puisi dan novel, hampir 300 halaman awal hanya bercerita tentang hubungannya dengan banyak perempuan yang sebagian besar adalah fansnya, yang berkisar antara seks-mabuk-seks-mabuk-seks-mabuk-baca puisi-seks-mabuk dst. Karakter hank (panggilan chinkaski) disini adalah seorang pria pemabuk yang hampir tidak pernah lepas dari botol dan hanya memikirkan seks dan seks. Namun entah mengapa, pribadi pria tua pemabuk yang sex oriented itu menarik banyak perempuan untuk datang, trus nasib pria sopan dan pemalu seperti akuuu gimanaaaa???!!.. (maap curcol).

Adegan seks di novel ini digambarkan cukup vulgar, lumayan seru lah kalo dibaca aga-aga bikin ngaceng dikit, buat yang engga demen stensilan, kurang disarankan baca novel ini. Hampir engga ada cinta-cintaan yang lebay digambarkan disini, hubungan romantis digambarkan secara selintas dan tidak berlebih. Patah hati digambarkan dengan datar, berlalu begitu saja, cinta seperti hanya semacam reaksi kimia pra-sex. Gahar mamen! bisa jadi novel ini bukan untuk manusia-manusia penghamba drama dan romansa. Ini novelnya pria sejati! haha

Ini membuat saya berpikir, apa jangan-jangan cinta-cintaan dan patah hati itu sebenarnya hanya konstruksi aja? gini deh.. sejak membuka mata kita sudah dihajar dengan lagu-lagu cinta di televisi, sinetron, film, rata-rata 80% temanya cinta dan patah hati bukan? Dalam keadaan jatuh cinta maupun patah hati, manusia menjadi labil, mudah terpancing untuk menjadi konsumtif bukan? ah! jangan-jangan cinta-cintaan adalah emosi manusia mendasar yang sengaja dibikin lebay oleh kapitalisme dengan gelontoran lagu-lagu dan film-film cinta agar manusia selalu dirundung ketidakstabilan emosi sehingga mudah diarahkan kepada konsumsi berlebihan! apeu.

Nah jika ingin mendapatkan bayangan visual dari karakter Hank Chinaski ini, kamu bisa nonton serial Californication dimana tokoh utamanya Hank Moody yang diperankan oleh David Duchovny merupakan penggambaran kontemporer dari Hank Chinaski, bener-bener sangat mirip, bahkan sejak awal pembacaan novel “women” dari bukowski, saya langsung teringat dengan karakter Hank Moody dari Californication ini.

ah tailah dengan teori konspirasi, mari kita kembali ke bukowski. Jika kita menggali lebih dalam dari karakter bukowski yang penjahat kelamin, pemabuk, seperti tanpa cinta *sedap*, sebenarnya dia kesepian, membenci diri sendiri dan berusaha mencari arti dari eksistensinya sendiri.

Buat yang bosan dengan percintaan, atau ingin melepaskan diri dari jebakan kegalauan cinta, *azeg. Novel yang vulgar, dan lucu-lucu asik gimana ini cocok untuk anda.

saya kutip beberapa kalimat dari novel tersebut:

“Once a woman turns against you, forget it. They can love you, then something turns in them. They can watch you dying in a gutter, run over by a car, and they’ll spit on you” – hlm. 163

“Strangers when you meet, strangers when you part — a gymnasium of bodies namelessly masturbating each other. People with no morals often considered themselves more free, but mostly the lacked the ability to feel or to love. So they became swingers. The dead fucking the dead. There was no gamble or humor in their game — it was corpse fucking corpse” – hlm. 244

mungkin novel “Women” ini tidak segalau novel-novel Bukowski sebelumnya, karena di novel ini Bukowski sudah sukses sebagai penyair dan novelis. Kayanya saya harus membaca novel-novel sebelumnya yang bertokoh Chinaski juga yaitu Post Office dan Factotum dimana dia masih struggling sebagai penyair dan novelis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s