Home » Review » Cerita Cinta Enrico oleh Ayu Utami

Cerita Cinta Enrico oleh Ayu Utami

20120216080333759

Saya pertama kali berkenalan dengan Ayu Utami melalui novelnya Larung sekitar 10 tahun yang lalu. Larung mencecar saya dengan bahasa yang vulgar sekaligus cerdas, memeras otak sejak alinea pertama. Sebagai konsekuensi logis saya lalu membaca Saman, yang sebenarnya merupakan novel yang ditulis Ayu sebelum Larung, dan cerita kedua novel tersebut saling berhubungan. Kedua novel tersebut membuka mata saya bahwa novelis perempuan tidak harus selalu menulis novel cinta-cintaan yang menye-menye saja. Sebenarnya Ayu Utami adalah novelis perempuan pertama Indonesia yang pernah saya baca, jadi secara otomatis karya dia menjadi benchmark bagi pembacaan novel-novel indonesia terutama karya perempuan lainnya. Saman dan Larung bukan tanpa kelemahan, Saman yang terasa jumpy plotnya dan Larung yang tensinya terasa kedodoran di akhir novel. Lalu beberapa tahun lalu saya membaca Bilangan Fu yang menurut saya merupakan masterpiece dari Ayu Utami yang konon ditulis selama 4 tahun. Bilangan Fu menurut saya adalah luapan konsep-konsep pemikiran yang oleh Ayu ditata sedemikian rupa melalui narasi. Kekuatan konsep melebihi narasinya yang bagi saya terasa kurang kuat terutama di bagian ending yang terasa kurang memuaskan. Namun konsep pemikiran yang diutarakan sungguh luar biasa dan terus terang mengubah cara pandang saya terhadap kehidupan, politik dlsb. Setelah itu Ayu meluncurkan novel Manjali dan Cakrabirawa yang menurut saya merupakan lite version dari Bilangan Fu yang lebih fokus ke si roman tokoh-tokohnya.

Ayu Utami di awal 2012 meluncurkan novel terbarunya yaitu Cerita Cinta Enrico. Yang menarik perhatian pertama ada covernya yang berbeda dengan cover Ayu Utami yang biasanya artsy-angsty menjadi lebih colorful dan agak kekanak-kanakan. Terus terang cover Cerita Cinta Enrico ini agak membuat saya underestimate isi novelnya. Tapi walau bagaimanapun, ini adalah novel Ayu Utami, saya harus beli!. Berdasar sinopsis di cover belakang dituliskan bahwa Cerita Cinta Enrico adalah kisah nyata seorang anak yang lahir bersamaan dengan Pemberontakan PRRI. Ia menjadi bayi gerilya sejak usia satu hari. Yang dikemudian hari dia menjadi aktivis di ITB pada era Orde Baru, sebelum gerakan mahasiswa dipatahkan. Merasa dikebiri rezim Soeharto. Akhirnya ia melihat peristiwa itu bersamaan dengan ia melihat perempuan yang menghadirkan kembali sosok yang ia cintai sekaligus hindari: Ibunya.

Nah, anak yang menjadi tokoh utama sekaligus pencerita di novel ini adalah Enrico yang di dunia nyata adalah suami dari Ayu Utami. Saya tidak akan membuka alur cerita dari novel ini, namun intinya adalah novel ini semacam tanda cinta Ayu pada suaminya, usaha untuk mendamaikan pergulatan perasaan suaminya terhadap ibunya ( karena apakah pergulatan perasaan tersebut, ya baca saja novelnya ). Seperti layaknya novel biografis, novel menceritakan kehidupan Enrico semenjak dia lahir, hingga ujungnya adalah pernikahannya dengan Ayu. Bagi saya yang sudah terbiasa membaca novel Ayu yang penuh konsep dan pemikiran, membaca Cerita Cinta Enrico terasa sedikit membosankan. Ekspektasi yang terbangun akibat novel Ayu Utami sebelumnya sebaiknya dihilangkan saat akan membaca novel ini. Namun, kebosanan itu perlahan-lahan hilang mulai pertengahan novel hingga klimaks di akhirnya. Berbeda dengan tradisi penulisan Ayu Utami bagi saya yang selalu trengginas di awal namun sedikit kedodoran di akhir, Cerita Cinta Enrico ini sedikit membosankan di awal namun begitu prima di akhir. Gaya bahasanya cukup ringan namun tetap penuh pemikiran (terutama di akhir novel). Ayu menjelaskan bagaimana dia jatuh cinta, dan mengapa dia memilih untuk menikah, dimana sebelumnya dia begitu menolak institusi bernama pernikahan. Dan semuanya itu ditulis dengan sudut pandang Enrico. saya kutip :

“Cinta tak perlu diuji atau dikatakan. Cinta akan tumbuh dengan sendirinya jika memang mau tumbuh.” 

Cerita Cinta Enrico hlm. 145

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s